Kesabaran Senantiasa; Saat Mudah, Saat Susah, Tetap Bersabarlah

Ada saat-saat di mana kita harus mengingatkan diri, untuk senantiasa berusaha menemukan hakikat kesabaran di sepanjang perjalanan. Senantiasa, karena kita tidak pernah mengetahui puncak kesabaran dan sejauh mana kesabaran kita, di saat kesabaran pada hakikatnya tak pernah menemui batas. Terkadang, ada saat-saat berat, lelah, dan jenuh, yang menggoda kita untuk membatasi kesabaran itu, menjadikannya terasa pendek, sempit, dan kemudian terlepas. Semoga kita selalu dibimbing Allah, terlebih saya yang mesti lebih banyak belajar tentangnya, untuk tidak pernah tenggelam dalam perasaan diri telah bersabar, padahal sebenarnya jauh darinya.

Mungkin telah berkali-kali, kebimbangan mencul di tengah-tengah ketegaran menjaga konsistensi perjalanan. Saat yang kita temui adalah; kerja-kerja kita tak segera menampakkan perubahan, rasa pesimis yang menyelinap dan memengaruh sesekali, atau sempitnya waktu kala kerja dirasa kian berat bertumpuk-tumpuk. Hingga tersirat niatan menarik diri dari lingkungan yang dirasa tidak ideal.

Bersamaan dengan itu, tumbuhlah kerinduan untuk menikmati kenyamanan berjalan di lingkungan terbaik. Tidak salah memang. Namun, semoga kerinduan bukan sekedar untuk menikmatinya, karena sebenarnya kita diminta untuk menciptakannya. Seolah ditegur dengan lembut, ketika membaca bahwa Rasulullah pernah menyabdakan, “Seorang mukmin yang bergaul dengan banyak orang, lalu ia sabar dengan tindakan mereka yang menyakitkan, maka itu lebih baik daripada orang yang tidak pernah bergaul dengan orang banyak dan ia tak bisa bersabar dengan tindakan mereka.” Ruang-ruang yang tidak ideal itulah, yang harus dimasuki, bukan dihindari. Di sana adalah medan amal terluas yang menghajatkan kesabaran untuk berkorban.

Jiwa yang kokoh, selalu ada keyakinan bahwa kesabaranlah yang akan menjadi saksi pengorbanan. Maka sesungguhnya dalam lingkungan yang tidak ideal, kita benar-benar dididik tentang hakikat kesabaran. Ada banyak kesabaran yang tidak bisa kita dapati di lingkungan yang ideal saja. Seperti Sayyid Quthb mengungkapkannya, “Sabar mesti ada dala semua ini, sabar mesti ada dalam melaksanakan ketaatan, dalam menahan diri dari kemaksiatan, dalam memerangi orang-orang yang menentang Allah, dalam menghadapi muslihat yang beragam coraknya, dalam menanti lamanya datangnya pertolongan, dalam menanggung lamanya keletihan, dalam mengenyahkan kebatilan, dalam sedikitnya penolong, dalam panjangnya jalan berduri, dalam menghadapi kebengkokan jiwa, kesesatan hati, kepayahan penentangan, dan terobeknya kehormatan.” Maka di lingkungan yang tidak ideal itulah, kita diminta untuk bersabar menyeluruh untuk mengubahnya, menjadikannya ideal.

Rasa malu sering kali mengetuk hati. Malu karena betapa jauhnya diri ini dari kesabaran. Malu karena keimanan pun berlubang-lubang ketika ketidaksabaran masih mengisi jiwa dan tingkah laku. Di saat keimanan, separuhnya adalah sabar, dan separuh sisanya adalah syukur. Terlebih jika mengingat, dalam Q.S. an Nahl: 125 Allah telah dengan sangat jelas mengajari kita bagaimana sikap kesabaran di lingkungan yang tidak ideal bagi kita, “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.” Dan menyemangati kita, “Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” Masih adakah sisa ruang untuk perasaan tidak sabar sementara Allah telah membimbing kita dalam petunjuk?

Akhirnya, sabar artinya menahan. Semoga di sepanjang perjalanan hidup kita, di saat ringan dan berat, di lingkungan yang ideal atau sebaliknya, kita dapat terus menahan dari rasa gelisah, cemas, amarah, keluh kesah, dan keburukan. Mencoba untuk tetap tersenyum..

10 April 2010
Akhir-akhir ini nampaknya sudah mulai sering tidak sabar, saat lingkungan tak semudah dulu. Ingin menjadikan detik-detik ini sebagai momentum peningkatan kapasitas kesabaran..

2 thoughts on “Kesabaran Senantiasa; Saat Mudah, Saat Susah, Tetap Bersabarlah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s