Tentang Perjalanan

Sesungguhnya hidup ini adalah perjalanan. Ada tapak-tapak kecil yang menyatu sebagai langkah-langkah besar. Pada setiapnya ada hikmah dan pelajaran. Hingga yang membedakan sang pengembara satu dengan lainnya hanyalah hatinya. Maukah bersyukur, maukah bersabar, dan maukah istiqamah dalam meresapkan setiap hikmah dan pelajaran ke dalam lubuk hati terdalam. Menjadikannya ikhtiyar perbaikan dan kebaikan, serta mejadikannya ikhtiyar menuju cita-cita besar dalam jangkauan langkah-langkah besar. Ataukah sebaliknya, mengabaikan dan membiarkan sekumpulan hikmah dan pelajaran tetap berserakan di tepi jalan. Tiada yang terbawa, dan perjalanan pun berujung sia-sia.

Maka bagi saya, sungguh akan beruntung seorang pengembara yang setia memungut setiap hikmah yang berserakan di tepi jalan, mengumpulkan dan merenunginya dalam keranjang hati, hingga menggariskan pelajaran dengan akalnya dan menuliskan dalam sejarah dengan perbaikan akhlaknya. Jazakumullah khairan katsiran, untuk setiap insan yang menjadikan inspirasi bagi saya tentang hakikat kehidupan dan perjalanan dengan keshalihan dan prestasi terukir tiada henti. Ada banyak nama di hati, namun tak sampai tertulis di sini. Hanyalah do’a ini, dan semoga Allah mempertemukan kita dalam keridhaan.

Dalam perjalanan, Allah begitu dekat. Begitulah yang selama ini saya rasakan. Saat di kereta api, saat di bus, saat di kapal feri, saat di pesawat terbang, dan bahkan saat berjalan kaki menyusuri jalan berbatu mengusap lelah yang nikmatnya tiada bertepi. Ketika bibir terdiam berhias senyum kesabaran, pandangan terarah menuju pasrah kesyukuran, dan hati menyelami keheningan terdalam mengikhtiyarkan Allah. Sungguh, Allah begitu dekat bersama perjalanan ini. Dan adzan yang berkumandang kokoh hingga basuhan air wudhu dalam perjalanan selalu terasa berbeda. Jauh lebih segar dan sejuk dari biasanya, bagi kulit ini terlebih bagi hati ini. Seolah kenikmatan surga menggantikan kelelahan perjalanan di dunia ketika sholat pun menyempurnakan. Alhamdulillah.

Begitulah, hingga saya selalu mencintai perjalanan. Paling tidak berusaha mencintai perjalanan yang terkadang sangat melelahkan dan mengukir keengganan. Banyak waktu, banyak pikiran, banyak tenaga, dan terkadang banyak dana yang harus dikorbankan. Tidak mengapa. Akhirnya tak terasa telah banyak perjalanan yang terukir dalam dua tahun terakhir ini. Dua kali ke Bali, empat kali ke Malang, empat kali ke Jabodetabek, lima kali ke Surakarta, dua kali ke Semarang, ke Padang, ke Pekanbaru, ke Surabaya, dan ke Salatiga. Setelah ini menyiapkan diri ke Jakarta dan ke Bogor, dilanjutkan ke Medan di awal Maret, serta ke Palembang di Juli nanti. Insya Allah. Semoga Allah memberi kemudahan bagi langkah-langkah perjalanan yang telah saya rencanakan ini. Langkah yang semoga barakah dengan niat silaturahim, ukhuwah islamiyah, dan saling mengajarkan pada kebaikan. Insya Allah Amin.

# 26 Februari 2010
Mempersiapkan perjalanan; Yogyakarta-Jakarta-Bogor-Medan. Mohon doanya juga ya teman-teman. Amiiin Amiiin Amiiin… :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s