Surat Cinta dan Pemuda Menangis

Memang surat cinta itu tidak panjang. Namun menjadi nasihat terbesar sepanjang waktu bagi setiap hati yang terbuka. Sungguh dengan cinta surat itu tertulis. Dan dengan cinta pula surat itu dibacanya. Meresapkan sejuk yang mendalam saat hatinya sunyi. Lelahnya habis. Hatinya gerimis. Pemuda itu menangis.

“Demi masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihari untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.” (Al-‘Ashr: 1-3)

“Akhi, sungguh empat itulah bekal menuju hidup yang Allah berkahi. Hidup dalam kebaikan, membawa kebaikan, atau paling tidak mengikhtiyarkan kebaikan.” Terbayang wajah sang guru suatu ketika pernah berpesan. Perlahan pipinya telah basah oleh air mata yang mengalir dinamis. “Iman, amal shalih, nasihat untuk kebenaran, dan nasihat untuk kesabaran.” Ingatan pada ucapan sang guru menggetarkan hatinya. Sungguh menyentuhnya. “Jagalah sebaik-baik keempat itu, karena itulah bekalmu di jalan dakwah Akhi…” Bayangan tentang waktu itu kembali hadir. Pandangan kedua sosok yang senantiasa mengikhtiyarkan keshalihan, sang guru dan sang murid yang lebih muda, bertemu dalam naungan pesona cahaya temaram ketika sunyi. Pada malam hari di sudut mushola yang lengang penuh kekhusyu’an.

“Ah, begitulah dakwah Akhi.” Ucap sang pemuda lirih mengingatkan hatinya. “Perbaiki dirimu. Itulah langkah pertama. Dengan menjaga imanmu. Dengan menjaga amal shalihmu. Mengukir keshalihan.” Sejenak ia menghela nafasnya yang kian pendek oleh sengguk tangisan. “Ajak selainmu, orang-orang di sekitarmu, bergandengan tangan menuju keshalihan menyeluruh. Itulah langkah kedua. Saling menasihati untuk kebenaran. Saling menasihati untuk kesabaran. Menyebar keshalihan.” Dan suaranya habis seiring ucapnya. Tangisnya makin terdengar saat kesunyian kian membahana. Air mata pun jatuh tak tertahankan membasahi sampul surat cinta. Surat cintaNya yang kini ia baca.

# 11 Mei 2009

Inspirasi Al-‘Ashr: 1- 3. Mengevaluasi 21 tahun usia yang telah Allah karuniakan dan meretas mimpi-mimpi untuk masa depan yang lebih baik. :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s