AlhamduliLlah. Allah perkenankan saya menyadari kekurangdewasaan saya, dengan jalan yang indah. Pada setiap keluh yang pernah tersampai hingga oleh lisan saya, Allah tunjukkan jawaban sebentuk renungan mendalam buat diri dari sekian perbincangan dengan sosok-sosok yang inspiratif. Indahnya, renungan itu yang kemudian hadirkan penentram hati atas segala keluh.
Mengeluh. Seolah mengidentik pada kecenderungan hati yang ringkih. Atau ketidakmampuan menata dan mengelola setiap rasa terhadap takdir yang terkarunia. Mengeluh pun boleh jadi tersebab oleh melemahnya iman dan keyakinan pada pertolongan Allah. Dan keluhan itu, tentu saja akan membersamai mereka yang tidak mampu hadirkan syukur atas apa-apa yang terkaruniakan. Juga mengiringi mereka yang tidak sanggup hadirkan sabar atas apa-apa yang tercobakan. Padahal, orang beriman, terbekali padanya syukur dan sabar pada ketentuan Allah yang menjadikannya kebaikan. Setidaknya, itu yang pernah saya rasai. Dan, memang, mengeluh ini berkaitan dengan rasa.


